Ada satu permainan sepak bola tanpa aturan yang mengikat, tanpa gawang dan tanpa durasi permainan. Selain itu, tidak ada batas luas dan lebar lapangan yang digunakan untuk bermain patah kaleng. Asalkan pemain sanggup menggiring bola ke mana pun, sah-sah saja memainkan permainan ini.
Anak Papua menyebutnya permainan patah kaleng. Permainan ini dimainkan oleh berbagai anak dari segala usia. Namun, kebanyakan anak-anak usia sekolah dasar yang memainkannya.
Di tanah Papua, permainan patah kaleng masih lestari dan banyak dimainkan. Meskipun olahraga modern seperti futsal yang serupa dengan permainan ini bermunculan, tapi patah kaleng tak kehilangan pamornya.
Cara Bermain Permainan Patah Kaleng

Untuk memainkan permainan patah kaleng, anak-anak dibagi menjadi dua tim. Idealnya, satu tim terdiri dari lima orang. Yang dibutuhkan dalam permainan ini hanyalah bola, bisa boleh plastik atau bola buatan lainnya, dan kaleng bekas.
Masing-masing tim mempunyai kaleng yang nantinya berfungsi sebagai target tendangan. Nah, setelah semua instrumen tersedia, permainan bisa dimulai.
Masing-masing tim berusaha menggiring bola dan menendangnya ke kaleng target sampai terjatuh. Jika pemain berhasil menendang bola dan mengenai target, berarti ia mendapat poin. Tim yang sering menendang bola pada kaleng target berarti ia mengumpulkan poin yang banyak.
Karena tidak terbatas ruang, permainan patah kaleng tidak mengenal in dan out, offside, tendangan penjuru dan penalti. Pemain hanya perlu menggiring bola dan menjatuhkan kaleng lawan untuk mendapat poin sebanyak mungkin.
Kelebihan Permainan Patah Kaleng
Saat bermain patah kaleng, anak-anak cenderung lupa waktu. Mereka bisa bermain sampai tiga jam lebih saking serunya. Terlebih lagi, memang tidak ada Batasan waktu dalam permainan tradisional ini. Kalau masih kuat, ya terus bermain.
Namun, patah kaleng bukan sekadar hiburan bagi anak-anak untuk membunuh waktu. Permainan ini banyak memberikan manfaat besar pada anak-anak, seperti melatih fisik, akurasi tendangan, dan kekompakan tim.
Untuk mencetak skor, pemain harus menyusun strategi agar bola tidak berhasil direbut lawan. Nah, mewujudkan hal ini butuh kekompakan dan kerja sama tim yang solid.
Bagi anak-anak yang tertarik pada sepak bola, patah kaleng adalah permainan yang tepat untuk mereka. Selain bersenang-senang, anak-anak dilatih bagaimana menggiring bola tanpa kena tackle pemain lawan, belajar menggocek bola untuk menipu lawan, dan belajar merebut bola dari kaki lawan, dan melatih akurasi tendangan.
Bagaimana? Tertarik memainkannya? Panggil teman-temanmu dan ajak mereka bermain permainan patah kaleng!