Lagu Tanduk Majeng diciptaan oleh R. Amiruddin Tjitraprawira ada tahun 1940 yang berasal dari Bangkalan. Lagu daerah yang berasal dari Jawa Timur tepatnya di Madura ini berbahasa Madura yang mempunyai makna tentang perjuangan orang-orang Madura yang mayoritas bekerja sebagai nelayan. Orang-orang Madura berjuang hidup dengan menangkap ikan agar dapat menghidupi keluarga meski harus bertaruh nyawa saat mengarungi laut. Kadang untuk mendapatkan tangkapan ikan yang banyak mereka harus tinggal berhari-hari di perahu sehingga mereka menjadi terbiasa dengan laut dan mengandalkan ombak sebagai bantal dan angin sebagai selimut mereka. Sekalipun mata pencaharian mereka sebagai nelayan bukan yang utama. Masyarakat Madura masih tergantung pada kegiatan agraris. . Kata Tanduk artinya sudah terlihat datang dari laut, tapi belum mencapai garis pantai. Sedangkan kata Majeng artinya menangkap ikan. Tanduk Majeng berarti nelayan yang akan tiba di laut.
Lirik Lagu Tanduk Majeng
Ole olang paraona alla jere
Ole olang ala jere ka Madure
Ole olang paraona alla jere
Ole olang alla jere ka Madure
Ngapote wa lajere eta ngale
Reng majeng tantona la pade mole
Mon tengguh deri ombek pajelena
Maseh benyak a ongghu ‘leh olehna
Duh mon a jeling odikna o reng majengan
A bental ombek sapok angen salanjengan
Reng majeng benyak ongghu bhabhajana
Kabhilang alako bhandha nyabana
Ole olang paraona alla jere
ole olang ala jere ka Madure
Ole olang paraona alla jere
ole olang alla jere ka Madure
Arti dalam Bahasa Indonesia
Ole olang, perahunya akan berlayar
Ole olang akan berlayar ke Madura
Ole olang, perahunya akan berlayar
Ole olang akan berlayar ke Madura
Layar putih mulai terlihat
Nelayan tentunya sudah pulang
Kalau dilihat dari berat perjalanannya
Sepertinya sungguh banyak perolehannya
Duh kalau dilihat kehidupan pencari ikan
Berbantal ombak berselimut angin selamanya (sepanjang malam)
Nelayan banyak sekali hambatannya
Dapat dikatakan bekerja bermodalkan nyawanya