
Melansir laman situs sains IFLScience, yang berada di Inggris, disebutkan kalau tikus ternyata bisa tertawa. Rasanya ini mustahil. Namun, hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr. Shimpei Ishiyama dan Prof. Michael Brecht dari Universitas Humboldt, Jerman, membuktikan sebaliknya. Hewan pengerat yang tidak disukai tersebut ternyata bisa tertawa. Yuk kita cari tahu informasi lengkapnya.
Jadi Dr. Shimpei Ishiyama dan Prof. Michael Brecht awal penelitiannya berasal dari pertanyaan yang umum: “Mengapa gelitik menyebabkan tawa? Mengapa efek menggelitik sangat bergantung pada suasana hati? Mengapa tiap bagian tubuh memiliki rasa geli yang berbeda? Mengapa kita tak bisa menggelitik diri sendiri? Apakah tawa geli berbeda dari tawa lucu?”
Hasil Penelitian Membuktikan
Hasil penelitian dari kedua ahli tersebut ternyata menunjukkan bahwa, ketika digelitik, tikus mengeluarkan suara mencicit dengan kecepatan sekitar 50 kilohertz. Kecepatan ini jauh di luar pendengaran manusia.
Kemudian kedua ilmuwan itu melakukan eksperimen yang berbeda. Mereka membelai dan menggelitik bagian tubuh tikus dengan lembut di bawah kondisi yang berbeda. Tujuannya untuk melihat reaksi tikus-tikus tersebut. Ternyata tikus-tikus itu terlihat menyukainya. Anehnya, mereka bukannya melarikan diri, tapi malah mendekati tangan yang menggelitik atau membelai mereka. Tikus-tikus itu juga terlihat melakukan “lompatan kegembiraan.” Oleh peneliti lain lompatan ini diasosiasikan dengan kebahagiaan tikus. Teriakan atau suara tikus ketika digelitik dan dibelai kemudian direkam dan dikategorikan.
Baca Juga:
Mengapa Suara Berubah Saat Menghirup Helium dari Balon?
Belajar Mengenal Siklus Hidup Kibut/Bunga Bangkai
Mengenal Lebih Dalam tentang Sistem Tata Surya Kita
Selain itu, para peneliti juga melacak aktivitas di korteks somatosensori tikus, yaitu bagian otak yang bertanggung jawab untuk memproses sensasi sentuhan. Para peneliti pun meneliti pola spesifik yang menggelitik dari penembakan neuron.
Terlihat tikus-tikus itu membuat lebih banyak suara atau teriakan ketika digelitik dibandingkan dibelai, khususnya suara spesifik yang oleh Dr. Ishiyama dan Prof. Brecht disebut sebagai “combined call“. Suara tersebut dapat disamakan dengan tawa manusia.
Tikus juga bisa tertawa apabila neuron di korteks somatosensori dirangsang secara langsung, bukan melalui gelitik.
Ternyata Tikus Bisa Juga Tidak Tertawa Ketika Digelitik. Mengapa?
Uniknya, ketika tikus ditempatkan di tempat yang tinggi atau terkena cahaya terang, tawa mereka berhenti, bahkan saat mereka digelitik. Hal ini bisa dikaitkan dengan fakta bahwa, sebagai spesies, tikus takut ketinggian dan lebih suka kegelapan. Dr. Ishiyama dan Prof. Brecht berpikir ternyata tikus kalau cemas tidak akan tertawa walau digelitik.
Kesimpulan dari Dr. Ishiyama dan Prof. Brecht adalah tikus hanya akan tertawa ketika digelitik kalau mereka merasa positif. Hal ini sesuai dengan pernyataan tokoh ternama, Charles Darwin, yang percaya “Pikiran harus dalam kondisi yang nyaman atau senang” agar gelitik menimbulkan tawa.
Nah, sekarang kamu tahu kalau tikus juga bisa tertawa kalau digelitik seperti halnya yang terjadi dengan dirimu. Namun tikus hanya akan ketawa ketika digelitik kalau dia dalam keadaan nyaman atau senang.
Mau tahu info sains yang menarik lainnya? Jangan lupa mampir di situs ANAKBISA, ya!